Aturan Dalam Berkeluarga yang Sesekali Ternyata Harus Kamu Langgar

Saat kita menikah, kita mendapatkan banyak nasehat dan gagasan

tentang peraturan dalam berkeluarga.

Tata cara bagaimana menjalani kehidupan agar keluarga bahagia:

apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana melakukannya,

dan apa yang seharusnya tidak Anda lakukan.

Tahukah Anda bahwa dalam beberapa moment, peraturan-peraturan ini tidak berlaku?

Jangan biarkan diri Anda terjebak dalam peraturan yang orang lain buat.

Lalu menjadikan peraturan itu sebagai dasar dalam menjalani hidup berkeluarga.

Tidak terbantahkan!

Evellena punya beberapa peraturan dasar

yang pasti sudah familiar didengar oleh Anda yang sudah berkeluarga.

Beberapa aturan ini boleh kok diabaikan:

#1. Jangan Pernah Berbohong Pada Pasangan (???)

“Sayang, aku bagus ga pake baju ini?”

Orang yang menasihati Anda untuk tidak pernah berbohong kepada pasangan Anda,

bisa jadi dia sendiri justru tidak mengikuti peraturan ini.

Semua orang pernah berbohong – itu kenyataannya.

Tetap diam dan tidak mengatakan sesuatu juga sama saja dengan berbohong.

Bayangkan berapa banyak masalah yang dapat Anda hindari

jika Anda tidak mengemukakan semua hal-hal kecil mendetail pada pasangan.

Tentu saja hal-hal kecil ini bukan hal yang perlu dipermasalahkan.

Misalnya ketika dalam sehari Anda lupa minum vitamin.

Atau ketika pasangan Anda meminta pendapat Anda tentang penampilannya.

#2. Berpura-pura Lemah di Depan Pasangan (???)

“Tapi Sayang, aku kan harus berangkat ke kantor”, “Aku takut kemana-mana kalo ga ada kamu..”

Dorongan untuk kadang-kadang berperilaku seperti “wanita lemah” kepada pasangan,

secara perlahan-lahan dapat merubah diri Anda menjadi kekanak-kanakan dan berlebihan.

Ingat – Anda menikahi pasangan Anda sebagai sebagai partner dan bukan pengasuh.

Jangan berubah menjadi anak manja yang harus selalu diurus; Jadilah dirimu sendiri.

#3. Dilarang Bermesraan Setelah Bertengkar (???)

Anda mungkin marah atau ngambek dalam waktu yang lama

untuk masalah yang sebenarnya sepele,

tapi Anda bisa “berbaikan” dengan cara apapun yang Anda sukai.

Alasan pemicu konflik dalam hubungan, bagaimanapun, dapat muncul dari mana saja.

Bermesraan dan berhubungan intim setelah bertengkar akan meredakan stress,

menjernihkan pikiran, dan membuat komunikasi menjadi lebih baik.

#4. Selalu Mengisi Waktu Luang Bersama (???)

Jika Anda sedang ingin me time,

atau jalan-jalan bersama teman-teman wanita tanpa diikuti pasangan Anda, lakukanlah.

Menghabiskan waktu bersama pasangan tentu saja penting,

tapi sebaiknya Anda melakukannya ketika Anda memang benar-benar sedang ingin bersama.

Memaksakan diri selalu bersama pasangan kapanpun,

sementara Anda sedang ingin sendiri juga bukan hal yang baik.

Ingat, dalam hal ini kualitas lebih penting dari kuantitas.

#5. Temukan Kegiatan yang Bisa Dilakukan Bersama

Jangan pernah memaksa pasangan untuk berbagi minat dengan Anda.

Misalnya jika dia tidak suka pergi ke pameran atau menonton film drama,

dan Anda sama sekali tidak tertarik dengan sepakbola atau olahraga apapun,

maka lakukan saja kegiatan di atas masing-masing.

Dengan begitu, Anda dan pasangan akan penuh dengan emosi positif,

dan ternyata hal ini benar-benar akan memperbaiki suasana di rumah.

#6. Pendam Masalah Kecil (???)

Tidak perlu memendam keluhan-keluhan Anda dalam diam.

Jika Anda melakukannya, ibarat bom waktu

yang suatu hari nanti akan meledak secara tidak terduga,

dan kemudian Anda akan memicu konflik yang lebih besar.

Bicaralah tentang hal yang tidak Anda sukai secara langsung.

Jujurlah, dan Anda akan paham bahwa ternyata masalah yang dulu Anda pendam,

bisa dipecahkan dengan damai tanpa harus ribut.

Misalnya ketika Anda sedang lelah setelah seharian bekerja atau membereskan rumah,

boleh kok sesekali meminta bantuan pasangan

untuk sekedar membersihkan piring bekas makanan nya sendiri

dibanding mengeluh dalam diam.

#7. Selalu Mengutamakan Anak-anak (???)

Orang tua tentu saja harus selalu ada saat anak-anak membutuhkan,

serta merawat dan melindungi anak-anak sebanyak yang mereka bisa.

Namun, sebaiknya jangan lupakan diri sendiri dan pasangan saat punya anak.

Sisihkan satu malam dalam seminggu,

atau setidaknya sebulan sekali hanya untuk berdua dengan pasangan.

Jika Anda dan pasangan bahagia, dampaknya ke anak-anak pun akan positif.

#8. Rayakan Akhir Pekan Dengan Berjalan-jalan atau Makan Malam Romantis (???)

Tidak selalu harus begitu.

Tidak harus pergi ke restoran mahal, jalan-jalan jauh, atau tamasya ke tempat-tempat populer.

Karena yang paling penting adalah sama-sama bahagia dan merasakan emosi positif.

Jika Anda benar-benar merasa cukup dan bahagia hanya dengan bersantai di sofa

setelah mengalami minggu yang berat, lakukanlah.

#9. Selesaikan Masalah Berat dalam Pernikahan Melalui Konseling

Banyak orang mengartikan penyelesaian masalah terlalu harfiah.

Beberapa pasangan akhirnya menghabiskan banyak waktu mereka

untuk melakukan percakapan yang terlalu serius

mengenai apa yang salah dalam hubungan mereka,

sementara yang lain terlalu bersemangat untuk mengikuti sesi konseling pernikahan.

Tapi yang paling penting yang harus Anda lakukan selama periode sulit dalam hubungan Anda

adalah dengan beristirahat, lepaskan sejenak masalah Anda,

dan hindari menciptakan masalah baru.

Dengan begitu, Anda tidak perlu mendatangkan pihak ketiga ke dalam hubungan Anda.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.